penyebab tanaman kuning

penyebab tanaman kuning

penyebab tanaman kuning – Kebutuhan nutrisi yang seimbang merupakan faktor penting bagi pertumbuhan tanaman dan produksi pepaya. Nutrisi yang dibutuhkan ditentukan oleh beberapa faktor,seperti umur tanaman dan tingkat kesuburan tanah yang meliputi unsur hara makro dan mikro.

penyebab tanaman kuning
penyebab tanaman kuning

Berikut unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman  :

Nitrogen

penyebab tanaman kuning – Nitrogen termasuk unsur penting yang dibutuhkan bagi pertumbuhan pepaya. Apabila tanaman kelebihan nitrogen akan mengakibatkan buah terlalu lunak, tumbuhnya anakan atau tunas- tunas air berlebihan, dan tanaaman terlalu vigor. Biasanya tanaman ditandai dengan warna daun terlalu hijau saat masih muda, banyak mengeluarkan getah, dan luka memar berwarna cerah di tangkai daun. Sebaliknya, apabila kekurangan nitrogen ditandai dengan warna daun pucat dan daun menguning.

Fosfor
Fosfor memiliki peran dalam perkembangan sistem perakaran, inisiasi bunga dan pembentukan buah.di tanah yang asam, tanah yang kandungan besinya tinggi, serta tanah yang kerap tercuci untuk kandungan fosfornya relatif lebih sedikit. Kekurangan fosfor mengakibatkan tajuk tanaman mengecil, bunga mudah gugur, serta pembentukan buah minim.

Kalium
Kalium memiliki peran dalam pertumbuhan tanaman yaitu mempengaruhi kualitas buah. Kelebihan kalium dapat mengakibatkan tangkai daun rapuh dan mempengaruhi penyerapan kalsium dan magnnesium oleh tanaman. Sebaliknya, kekurangan kalium dapat mengakibatkan bagian tepi daun terlihat seperti terbakar dan tidak terjadi aliran getah akibat kulit buah yang rusak. Hali ini mengakibatkan tanaman rentan terkena penyakit dan kualitas buah menurun.

Kalsium
Kalsium biasanya diberikan untuk tanah yang masam atau tanah yang memiliki pH tinggi. Kelebihan kalsium dapat mempengaruhi keseimbangan unsur hara lainnya seperti kalium, magnesium dan kalsium itu sendiri. Kekurangan kalsium dapat ditandai dengan pembentukan dan kualitas buah yang berkurang serta daging buah yang terlalu lunak saat buah matang.

Magnesium
Sama seperti kalsium untuk tanah masam dan tanah basah. Kelebihan magnesium dapat mempengaruhi keseimbangan unsur hara lainnya. Kekurangan magnesium berdampak terhadap daum tua, sehingga memberikan efek seperti pohon natal (chistmas tree effect), tulang daun yang menebal dan daerah antara tulang daun berwarna terang atau kekuningan.

Boron
Biasanya digunakan didaerah pesisir atau dekat dengan pantai. Kelebihan boron menyebabkan nekrosis di tepi daun dengan warna cokelat dan lama- kelamaan daun akan mati, dan biasanya bercak nekrosis juga terdapat pada bagian antar tilang daun. Kekurangan boron ditandai daun muda yang menguning, dan yang dihasilkan akan membesar (benjol) secara acak, sehingga mempengaruhi performa buah.

Unsur- unsur hara diatas dapat ditemui di :
• Nitrogen : urea, NPK (mutiara, phoska), pupuk Majemuk (Gandasil D), pupuk kandang
• Fosfor : superfosfat (SP36), pupuk kandang, NPK (mutiara, phoska), pupuk majemuk
• Kalium : NPK (mutiara, phonska), pupuk majemuk
• Kalsium : dolomit, kalsium sulfat
• Magnesium : dolomit, magnesium oksida,pupuk majemuk
• Boron : borax, pupuk majemuk (Gandasil D)

Calcium (Ca)
Kekurangan unsur Calsium tidak serta merta dapat terlihat oleh mata karena efek pertama yang terjadi pada tanaman adalah ketidak sempurnaan pembentukan akar-akar tanaman khususnya pada bagian ujung-ujung akar yang menyerap air dan massa hara dari dalam tanah, akibat lanjutannya adalah kematian pada tunas-tunas muda sebagai hasil pembentukan sel-sel baru.
Calsium sangat membantu tanaman dalam proses penyerapan hara Kalium, sehingga pada tanaman yang kekurangan kalsium sering ditemukan gejala buah retak akibat permeabilitas dan elastisitas dinding-dinding sel yang rendah.
Kekurangan Calsium juga sangat mempengaruhi kualitas kekerasan batang tanaman karena rendahnya elastisitas dinding sel. Dalam kondisi seperti ini, pemberian pupuk yang mengandung kalsium sangat mutlak dilakukan, misalnya memberikan pupuk kalsium dalam bentuk tunggal Calcium Carbonate (CaCO3) maupun pupuk NPK yang ditambahi kandungan Calcium Carbonate (CaCO3) sehingga menjadi pupuk NPK plus CaCO3.
Pupuk yang mengandung Calsium tinggi adalah Calcium Carbonate (CaCO3) yang mengandung Calcium Carbonate (CaCO3) 90 – 95 % dan Calsium Oksida 50 %.
Nama lain untuk Calcium Carbonate adalah Kapur Pertanian.