Tips Cara Membasmi Tikus Sawah

Tips Cara Membasmi Tikus Sawah

tips cara membasmi tikus sawah
tips cara membasmi tikus sawah

Berikut ini akan diberikan beberapa tips cara membasmi tikus sawah nan dapat dilakukan oleh para petani perorangan ataupun secara berkelompok.

  1. Coba dengan cara tanam dan panen serempak.

Dalam satu area sawah, diusahakan agar selisih waktu tanam padi ataupun panen tak melebihi 2 minggu. Hal itu dilakukan buat membatasi ketersediaan padi generatif sebagai pakan, sehingga kemungkinan terjadinya perkembangbiakan tikus dapat diminimalisir.

  1. Cobalah dengan cara sanitasi habitat.

Langkah ini dapat dilakukan selama musim tanam padi. Caranya adalah dengan membersihkan semak-semak pada sarang primer tikus atau yang terdapat lubang. anda juga dapat membersihkan saja di sekitar jalan sawah, tanggul irigasi, batas perkampungan, parit, pematang sawah, ataupun saluran irigasi . Agar lebih paripurna boleh dilakukan pemugaran ukuran pematang sawah, agar tak dimanfaat loka bersarang tikus.

  1. Cobalah dengan razia massal.

Langkah ini dilaksanakan secara serentak, pada ketika awal tanam nan melibatkan petani dalam skala besar. Dalam hal ini petani dapat menggunakan beberapa  cara buat menangkap ataupun membunuh tikus. misalnya memanfaatkan anjing, gali  sarang dengan cangkul, pemukulan dengan kayu, penjeratan ataupun dengan pengoboran di malam hari.

  1. Cobalah dengan pengemposan atau fumigasi.

menggunakan cara fumigasi bisa memperoleh hasil yang lebih efektif, apabila sukses membunuh seluruh tikus nan menghuni di dalam sarangnya. Dimulai dengan menutup lubang tikus menggunakan lumpur atau tanah basah, namun setelah fumigasi dilakukan sarang tikus tak perlu dibongkar.

  1. Cobalah dengan TBS (Trap Barrier System).

Trap Barrier System ini dapat diimplementasikan pada daerah endemik tikus, di mana saat pola tanam serempak. Dengan menggunakan TBS berukuran sekitar 20 x 20 m, diyakini dapat mengamankan padi dari agresi tikus pada sawah sekitar 15 ha.

  1. Cobalah dengan (LTBS) Linier Trap Barrier System.

Linier Trap Barrier System adalah bentangan pagar yang terbuat dari plastik atau terpal , dengan tinggi sekitar 50 cm. Lantas ditegakkan dengan donasi bambu.

Di setiap jeda sekitar 1 m, dapat dilengkapi dengan perangkap. LTBS ini dapat dipasang pada daerah loka habitat tikus sawah atau dapat juga ketika terjadi perpindahan tikus.

  1. Coba dengan memanfaatkan musuh alami.

Langkah ini memang dapat dikatakan sebagai cara paling mudah, namun dapat menjaga ekuilibrium ekosistem . Cara ini dapat dilakukan dengan membiarkan ular sawah buat hidup.

Tujuannya agar ular sawah dapat berperan sebagai predator, sehingga bisa menekan populasi tikus di sawah. Selain ular, petani juga dapat memanfaatkan pemangsa tikus lainnya. Semisal anjing, burung hantu, kucing, ataupun burung elang.

  1. Coba dengan cara rodentisida.

Langkah ini biasanya hanyalah digunakan, apabila jumlah tikus sawah sangat tinggi. Namun, pemakaian rodentisida haruslah sinkron dengan takaran nan telah dianjurkan. Petani dapat menaruh umpan di loka primer tikus. Semisal jalan sawah, tanggul irigasi, pematang besar, bahkan di perkampungan.

  1. Cara-cara tradisonal lainnya.

Selain langkah-langkah di atas, biasanya setiap daerah memiliki cara masing-masing nan telah turun-temurun dalam mengatasi tikus sawah. Semisal dengan cara penggenangan pada sarang tikus, bunyi-bunyian, penjaringan, ataupun dengan pemerangkapan.

cara membasmi tikur sawah

Cara-cara di atas memang bukan langkah satu-satunya, masih ada cara-cara lain nan dapat dilakukan para petani. Yang tak kalah krusial dalam memerangi tikus sawah ialah mempertahankan mutu unsur hara, dengan seminimal mungkin mengurangi pemakaian zat kimia.

Berikut ini akan dipaparkan contoh konkrit dalam menghadapi tikus sawah, nan lebih alami dilakukan oleh sebagian petani di Jawa Tengah dan Sulawesi. Pada sebagian petani di Demak, cara menghadapi tikus sawah dengan mengembangkan penangkaran burung hantu.

Di sana bahkan masyarakat memiliki paguyupan, nan telah membuat kandang penangkaran dengan luas sekitar 7 x 12 meter. Di dalam kandang tersebut kita dapat melihat proses penetasan, hingga pembelajaran burung Hantu membunuh tikus.

Cara ini rupanya dapat membawa akibat positif bagi para petani. Hasil panen padi perhektar nan semula hanya 3 ton, dapat naik menjadi 6 ton. Tidak hanya itu, panen jagung nan semula hanya 6 ton perhektar dapat menjadi 9 ton.

Jika di Demak membudidayakan penangkaran Burung Hantu, maka lain halnya bagi petani di Sulawesi. Bermodalkan sejumlah dana, petani berinisiatif membentengi sawah nan dimiliki dengan pagar nan cukup licin.

Hal itu bertujuan agar tikus tak bisa melewati pagar, melainkan melewati lorong nan ujungnya telah dipasangi perangkat. Cara ini terbukti efektif sebab setiap malam niscaya ada tikus nan terjebak.

Cara membasmi tikus sawah memang memiliki berbagai alternatif. Semoga alternatif cara-cara di atas, dapat menambah khasanah pengetahuan masyarakat luas pada umumnya mengenai membasmi tikus sawah.